iklan

close

Kamis, 17 April 2014

Content Management System

Content Management System (CMS) atau sistem manajemen konten menurut wikipedia adalah perangkat lunak yang digunakan untuk menambahkan atau memanipulasi (mengubah) isi dari suatu situs web.  Ada pun pengertian yang lain adalah Content Management System (CMS) adalah sebuah aplikasi web atau software web yang tujuannya untuk memudahkan dalam pengelolaan konten dalam sebuah website, blog, atau pun aplikasi web tanpa harus dibekali pengetahuan tentang hal-hal yang bersifat teknis tanpa harus memiliki pengetahuan tentang bahasa pemrograman web.  Umumnya, sebuah Content Management System (CMS) terdiri dari dua elemen:
  • Aplikasi manajemen isi (Content Management Application, CMA). Elemen CMA digunakan untuk mengelola konten yang tanpa perlu memiliki pengetahuan mengenai HTML untuk mengelola pembuatan, pengubahan, dan penghapusan isi dari suatu situs web. Kita dapat menggunakan aplikasi tersebut tanpa perlu memiliki keahlian sebagai seorang webmaster.
  • Aplikasi pengiriman isi (content delivery application, CDA). Elemen CDA menggunakan dan menghimpun informasi-informasi yang sebelumnya telah ditambah, dikurangi atau diubah oleh pemilik situs web untuk memperbaharui situs web tersebut.
Kemampuan atau fitur dari sebuah sistem Content Management System (CMS) berbeda-beda. Walaupun begitu, kebanyakan dari perangkat lunak ini memiliki fitur publikasi berbasis Web, manajemen format, kontrol revisi, pembuatan indeks, pencarian, dan pengarsipan. Content Management System (CMS) merupakan sistem yang berorientasi terhadap konten. Sudah bukan merupakan kendala yang berarti bagi manajemen atau humas suatu perusahaan/institusi/organisasi untuk memperbaharui situs webnya. Dengan hak akses dan otoritas masing-masing, setiap bagian dari perusahaan/intitusi/organisasi dapat memberikan kontribusinya kedalam website tanpa prosedur yang sulit.

Pada umumnya sebuah Content Management System memiliki 2 bagian kategori yaitu bagian Front-end dan Back-end. Kecanggihan dan fitur masing-masing Content Management System bergantung pada Content Management System yang digunakan. Penggunaan sistem hirarki pengguna yang diterapkan CMS dalam hak aksesnyapun sangat bervariasi sesuai Content Management System masing-masing. Mulai dari level akses user anggota yang hanya dapat mengirimkan data tertentu berupa komentar, kemudian editor yang dapat mengirimkan suatu artikel atau berita (untuk Content Management System yang menyediakan fasilitas ini), hingga level administrator yang dapat melakukan semua fitur yang ada.

Keberadaan aplikasi gratisan di Internet dan juga komunitas sumber terbuka yang semakin menjamur ikut memberikan andil yang signifikan untuk menjadikan teknologi Content Management System menjadi murah dari segi harga akan tetapi dengan fitur-fitur yang semakin lengkap dan canggih. Dari segi biaya implementasi pembuatan Content Management System sangatlah murah apalagi jika dibandingkan dengan fitur-fitur dan kemudahan yang ditawarkan. Hal inilah yang akhirnya ikut mempopulerkan Content Management System dan akhirnya akan menggantikan semua website konvensional yang ada.

Penggunaan Content Management System tidak memerlukan pengetahuan pemrograman web yang handal karena proses instalasi dan cara penggunaannya sudah user friendly. Content Management System sendiri ada yang dibuat khusus menyesuaikan kasus yang ada dan biasanya berbayar dan ada yang berupa template instan yang fungsionalitasnya dibuat dengan menyeuaikan pada beberapa proses bisnis yang ada didunia nyata yang dapat digunakan secara gratis. Aplikasi Content Management System instant yang banyak terdapat di internet saat ini kebanyakan dibuat menggunakan scripting language PHP dan database-nya adalah MySQL. Saat ini perkembangan Content Management System cukup pesat, banyak vendor yang membuat Content Management System instant yang didistribusikan secara gratis. Perkembangan Content Management System instant ini juga dipicu oleh perkembangan web 2.0 yang memungkinkan interaksi dalam arti yang cukup luas antara pengelola web dan pengunjung web. Selain perkembangan teknologi web dan infrastruktur internet, perkembangan pesat Content Management System juga dipicu oleh kebutuhan masyarakat dan pelaku bisnis yang menginginkan web dapat mendukung kegiatan bisnis mereka secara mudah dalam hal pengelolaan content, cepat dalam pembuatan web, serta murah dalam pengadaannya.

Berikut ini akan dijelaskan beberapa keuntungan menggunakan Content Management System :
  1. Manajemen data. Ini merupakan fungsi utama dari Content Management System. Semua data maupun informasi baik yang telah ditampilkan ataupun belum dapat diorganisasi dan disimpan secara baik. Suatu waktu data maupun informasi tadi dapat dipergunakan kembali sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, Content Management System juga mendukung berbagai macam format data, seperti XML, HMTL, PDF, dll., indexing, fungsi pencarian, dan kontrol terhadap revisi yang dilakukan terhadap data/informasi. Untuk menggunakan Content Management System biasanya pengetahuan tentang bahasa pemrograman tidaklah terlalu dibutuhkan, karena semua proses berjalan dengan otomatis. Begitu pula dengan proses update, dapat dilakukan dengan cepat sehingga menjamin kemutakhiran informasi yang ditampilkan.
  2. Mengatur siklus hidup website. Banyak Content Management System memberikan fasilitas kepada para penggunanya untuk mengelola bagian atau isi mana saja yang akan ditampilkan, waktu penampilan dan lokasi penampilan di website. Tak jarang sebelum ditampilkan, bagian atau isi yang dimaksud terlebih dahulu di-review oleh editor sehingga dijamin kevaliditasannya.
  3. Mendukung web templating dan standarisasi. Setiap halaman website yang dihasilkan berasal dari template yang telah terlebih dahulu disediakan oleh Content Management System. Selain dapat menjaga konsistensi dari tampilan secara keseluruhan, para penulis dan editor dapat berkonsentrasi secara penuh dalam melaksanakan tugasnya menyediakan isi website. Bila isi telah tersedia, maka proses publikasi dapat berjalan dengan mudah karena sudah ada template sebelumnya. Beberapa bagian dari website biasanya telah ditetapkan sedemikian rupa sehingga tidak dapat diubah begitu saja. Hal ini dilakukan untuk memberikan standarisasi kepada seluruh bagian dari website.
  4. Personalisasi website. Sekali sebuah isi ditempatkan ke dalam Content Management System, isi tersebut dapat ditampilkan sesuai dengan keinginan dan kebutuhan dari penggunanya. Terlebih lagi dengan kelebihan Content Management System yang dapat memisahkan antara desain dan isi, menyebabkan proses personalisasi dapat berjalan dengan mudah.
  5. Sindikasi. Sindikasi memberikan kemungkinan kepada sebuah website untuk membagi isinya kepada website-website yang lain. Format data yang didukung juga cukup variatif mulai dari rss, rdf, xml hingga backend scripting. Sama halnya dengan personalisasi, sindikasi juga dapat dilakukan dengan mudah karena isi dan desain telah dibuat terpisah.
  6. Akuntabilitas. Oleh karena Content Management System mendukung alur kerja dan hak akses yang jelas kepada para penggunanya, data/informasi yang disampaikan dapat dipertanggungjawabkan dengan baik. Setiap penulis ataupun editor memiliki tugas masing-masing dengan hak akses yang berbeda-beda pula. Dengan demikian setiap perubahan yang terjadi di website dapat ditelusuri dan diperbaiki seperlunya dengan segera.

Content Management System pada prinsipnya dapat dipergunakan untuk berbagai macam keperluan dan dalam berbagai kondisi, seperti untuk:
  • Mengelola website pribadi.
  • Mengelola website perusahaan/bisnis.
  • Portal atau website komunitas.
  • Galeri foto, dan lain sebagainya.
  • Forum.
  • Aplikasi E-Commerce.
  • Dan lain-lain.

 Adapun kekurangan Content Management System, yaitu :
  • Mengharuskan menggunakan source kode yang kadang membingungkan.
  • Ada beberapa fitur-fitur yang kurang terpakai, sehingga membuat jadi kurang efisien.
  • Security lebih rawan terutama yg opensource, karna banyak orang yang tahu  tentang code dan kelemahannya.
  • Template telah tersedia, sehingga kurang bias berekspresi.

4 komentar:

  1. cms itu wajib memakai word press atau joomla ? atau cms bisa digabungkan dengan website yg kita bikin manual?

    BalasHapus
  2. untuk aplikasi CMS itu apakah bisa di custom dengan script PHP atau javasript yah...??

    BalasHapus
  3. bagaimana dengan security di cms itu sendiri?

    BalasHapus
  4. apa keuntungan kita pakai CMS

    BalasHapus