iklan

close

Kamis, 24 April 2014

Jenis-Jenis Content Management System

Pada minggu kemarin, kita sudah membahas pengertian tentang Content Management System (CMS). Nah pada minggu ini, kita membahas tentang beberapa jenis CMS terbaik saat ini. Seperti yang kita ketahui dar sekian banyak produk CMS yang beredar di pasaran, kita dapat membaginya dalam dua golongan besar, yaitu :

  • Golongan pertama adalah produk CMS mersial.. Dibuat dan dikembangkan oleh perusahaan-perusahaan software yang menjalankan usahanya dengan motif mencari keuntungan. CMS jenis ini memiliki dan menyediakan hampir semua feature yang diharapkan dari sebuah CMS dan tentu saja tidak tersedia secara gratis. Setiap pengguna yang ingin memanfaatkan CMS komersial untuk mengelola websitenya haruslah membeli lisensi dari perusahaan pembuatnya. Lisensi yang tersedia sangatlah bervariasi, mulai dari lisensi yang berdasarkan kepada jumlah pengguna sampai kepada lisensi yang sifatnya multiserver dan dari yang berharga ribuan dollar AS sampai kepada jutaan dollar AS. Semua dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan implementasi yang diharapkan pengguna. Sebagai layanan purna jual, biasanya perusahaan CMS akan memberikan pelatihan dan dukungan teknis berkelanjutan kepada para penggunanya. Tidak hanya itu, versi terbaru dari produk yang dipakai, juga dapat diperoleh dengan leluasa di area anggota dari website perusahaan CMS yang dimaksud.
  • Golongan kedua adalah produk CMS Open Source. Dibuat dan dikembangkan oleh sekelompok orang atau perusahaan yang intinya memberikan sebuah alternatif murah dan terjangkau kepada para pengguna. Tersedia secara gratis dan dapat dipergunakan sesuai dengan kebutuhan tanpa ada batasan. CMS jenis ini juga memberikan akses kepada penggunanya akan kode-kode pemograman, sehingga memudahkan pengguna memodifikasi CMS di masa-masa yang akan datang. Karena kode pemrograman terbuka untuk umum, secara tidak langsung para pengguna bahu-membahu dalam hal melacak dan memperbaiki bugs yang ada, menambah dan meningkatkan fungsi dan kemampuan CMS dan memberikan dukungan teknis dan non-teknis kepada yang membutuhkan. Sehingga prinsip dari komunitas, oleh komunitas dan untuk komunitas tidaklah terlalu berlebihan untuk menggambarkan situasi pengembangan CMS Open Source. Walaupun gratis, bukan berarti CMS Open Source tidak memerlukan lisensi dalam pemakaiannya. Bedanya, lisensi di sini berbentuk sebuah pernyataan yang biasanya menerangkan bahwasanya software CMS tersebut dapat dimodifikasi dan dikembangkan lebih lanjut dengan syarat semua kredit dihormati dan kode tetap terbuka untuk umum. Lalu, apakah seseorang bisa memanfaatkan teknologi ini untuk keperluan komersial? Tentu saja bisa. Asalkan tidak mengenakan biaya atas CMS yang dipakai kepada klien, tapi lebih kepada biaya pembuatan dan perawatan website. Saat ini banyak sudah pihak yang beralih ke CMS Open Source, setelah mengingat dan menimbang kemampuan yang ditawarkan CMS Open Source tidak jauh berbeda dengan CMS komersial dan biaya yang terjangkau.
Bagi anda yang ingin menggunakan CMS tapi tidak memiliki server sendiri, jangan lekas putus asa. Saat ini sudah tersedia berbagai CMS yang dapat disewa langsung dari penyedianya dengan memanfaatkan server yang mereka miliki. Dengan demikian anda tidak perlu lagi memikirkan bagaimana cara menginstalasi dan memodifikasi sebuah CMS, karena hampir semua yang dibutuhkan telah dipenuhi oleh pihak penyedia. Sebuah solusi yang bagus untuk anda yang ingin segera menikmati berbagai keuntungan CMS. Berikut ini adalah beberapa CMS yang ada di pasaran saat ini dan sedikit keterangan tentang fungsionalitas dari CMS tersebut.

  1. Drupal. Drupal adalah content management system dan blogging engine yang pertama kali dikembangkan oleh Driest Buytaert sebagai sebuah system bulletin board. Sekarang ini Drupal banyak digunakan oleh website-website yang memiliki traffic tinggi dan memiliki tingkat penanganan sebuah website hirarki yang kompleks. Sangat disarankan penggunaan Drupal untuk website-website berskala besar dan tingkat pemahaman web administrator tingkat advance. Memenangkan dua jenis penghargaan dalam Packt Publishing 2008 Open Source CMS Awards yaitu Overall 2008 Open Source CMS Award (Penghargaan Open Source CMS 20008 untuk Keseluruhan) dan Best PHP Open Source CMS. Dengan Drupal kita dapat dengan mudah membangun berbagai jenis halaman website-dari membuat blog sederhana sampai forum online dengan komunitas yang besar. Desain Drupal memang tidak sebagus Joomla!, tapi sangat mudah untuk di-customize. Drupal memiliki beberapa modul tambahan yang menarik, seperti untuk search tool dan search-engine friendly URL, dan agregator berita.
  2. Joomla. Joomla itu sendiri adalah CMS (Content Management System) artinya bisa atau mampu mengelola isi atau content dari sebuah website. contohnya Publikasi (menampilkan artikel), edit, atau menghapus sebuah content. content ini bisa berupa gambar, video, file dll. CMS Joomla juga banyak yang menggunakannya. Mayoritas CMS Joomla digunakan untuk membuat sebuah website baik itu company profile, personal, website sekolah, hingga toko online. Karena CMS Joomla ini memang dikhususnya untuk membangun website yang powerfull. Meskipun CMS WordPress juga powerfull, tetapi CMS Joomla lebih komplek dari CMS WordPress dan sistem manajemennya yang sedikit rumit dari CMS WordPress. Kekurangannya, salah satunya adalah kemampuan website membuat link yang mudah dibaca dan cepat dikenali oleh mesin pencari masih kurang. Kelemahan ini membuat website kita jarang menempati urutan teratas dari hasil pencarian mesin pencari.
  3. WordPress. Untuk pemula, WordPress memang sangat cocok dikarenakan fitur yang mudah dan dengan widget yang mungkin lebih lengkap seperti statistik blog, akismet ( pemblock spam ) yang tidak di temui di blogspot, mungkin ada yang lain, komentar terakhir, favicon, pengaturan avatar, yang begitu mudah. tapi sekarang blogspot yang begitu mudahnya mengganti themanya dan sekarang banyak sekali yang menyediakan thema blogspot yang sudah dimodifikasi dan begitu bagus, juga sepertinya patut di pertimbangkan. CMS WordPress ini adalah sebuah CMS yang sebenarnya dikategorikan ke dalam CMS jenis Blog. Meskipun di khususnya untuk blog, namun kenyataannya banyak sekali developer-developer yang menggunakan CMS ini untuk membuat sebuah website baik itu company profile, hingga toko online. Karena CMS WordPress ini selain User Friendly, juga memiliki fitur dan layanan yang banyak, selain itu dukungan komunitas juga sudah menyebar luas.
  4. Magentocommerce. Magento Commerce, untuk saat ini dinilai sebagai software eCommerce yang paling lengkap fiturnya dan fleksibel. Di samping itu, Magento Commerce juga didukung oleh Irubin Consulting/Varien, sebagai perusahaan internasional yang menyediakan layanan implementasi eCommerce dengan Magento Commerce, pada level enterprise. Dengan dukungan ini, perkembangan eCommerce pada tingkat enterprise bisa diserahkan kepada ahlinya. Sebagai software eCommerce yang disiapkan untuk level enterprise, Magento Commerce memiliki requirement yang “agak berat”. Jumlah ruang hard disk yang dibutuhkan, jumlah memori yang dipakai, dan kebutuhan CPU pada saat menjalankan Magento Commerce, di atas rata-rata software eCommerce lainnya. Hal ini bisa dianggap sebagai batasan untuk calon pedagang online yang budget-nya pas-pasan. Magento Commerce akan sangat tepat kita pakai apabila kita mempunyai server sendiri, atau setidaknya kita memiliki VPS (Virtual Private Server) dimana kita punya kontrol terhadap sumber daya server. Menggunakan shared hosting memang memungkinkan, tetapi karena requirement Magento Commerce yang “agak berat”, kita perlu mengkomunikasikan penggunaan Magento Commerce kepada penyedia layanan web hosting. Kita perlu menyampaikan segala resiko potensial dari penggunaan Magento Commerce, terutama penggunaan sumber daya server, agar tidak terjadi salah pengertian di kemudian hari. Magento Commerce tergolong software eCommerce yang cukup kompleks dan perlu waktu untuk memahaminya. Jika latar belakang kita adalah IT, yang sedikit banyak tahu tentang server, software, apalagi bahasa pemrograman, Magento Commerce mungkin cukup menarik untuk dipelajari. Namun, apabila fokus kita memang hanya berjualan, kita perlu mempercayakan kepada orang lain yang memang ahli dalam implementasi Magento Commerce. Magento Commerce juga cocok untuk membuat mall virtual. Dengan kemampuannya untuk membuat banyak toko online hanya dengan satu instalasi, Magento Commerce bisa digunakan untuk menjalankan banyak toko online yang tergabung dalam satu domain. Jadi mirip seperti mall, hanya saja bentuknya virtual, atau hanya ada di dunia maya, yang diwakili dengan nama domain dan sub domainnya.
  5. Aura. Aura CMS adalah salah satu CMS hasil buatan anak indonesia. Namun, CMS ini masih banyak mempunyai kekurangan dibandingkan CMS-CMS seperti di atas, tetapi jika anda mampu mengembangkan CMS ini, alhasil CMS ini akan setara dengan CMS-CMS yang sudah populer saat ini.
  6. Opencart. OpenCart adalah CMS khusus untuk membuat sebuah Toko Online. CMS ini juga banyak dipakai baik bagi kalangan personal maupun developer yang ingin membangun sebuah toko online. CMS Opencart ini sudah bisa dibilang lengkap, karena memang CMS ini dikhususkan untuk E-Commerce. Beda dengan CMS-CMS diatas. Kekurangan CMS Opencart adalah dari sisi SEO, tetapi untuk manajemen kontennya CMS ini bisa dibilang mudah.
  7. Moodle. Mungkin ada sudah pernah mendengar dan ada yang belum. CMS ini memang agak asing, karena umumnya yang memakai CMS ini adalah sebuah instansi sekolah. CMS Moodle adalah sebuah CMS yang digunakan untuk membuat aplikasi E-Learning. Dalam CMS Moodle ini sudah terdiri fitur-fitur E-Learning yang sangat lengkap, mulai dari online test, forum, dll. Manajemen CMS ini agak sedikit rumit, dan harus diperlukan pemahaman tentang cara menggunakannya.

1 komentar:

  1. wah ternyata jenis2 CMS banyak juga yah.. tinggal tergantung kebutuhan aja.. makasih Mas Andrian atas artikelnya ;)

    BalasHapus